Komjen Pol (Purn) Drs. Verdianto Iskandar Bitticaca Terpilih Aklamasi Pimpin PB GABSI 2026–2030
Mamuju, Berita Toraja -- Verdianto Iskandar Bitticaca mantan Astamaops Kapolri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) periode 2026–2030 dalam Kongres GABSI ke-27 Tahun 2026 di Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (20/9/2026).
Kongres tersebut diikuti perwakilan dari 22 provinsi di Indonesia. Hasil kongres memberikan mandat kepada Verdianto untuk memimpin organisasi olahraga bridge nasional selama empat tahun ke depan.
Dalam kepemimpinannya, Verdianto membawa visi “Mewujudkan Bridge Indonesia yang Modern, Berprestasi, Bersatu, dan Berdaya Saing Internasional.”
Visi tersebut diterjemahkan melalui semangat “Membangun Sistem, Memperkuat Prestasi, Menyatukan Bridge Indonesia.”
Agenda pembenahan yang disiapkan mencakup modernisasi tata kelola organisasi, penguatan pembinaan dan regenerasi atlet, peningkatan kualitas kompetisi nasional, hingga upaya memperkuat prestasi bridge Indonesia di level internasional.
Kecintaan Verdianto terhadap bridge telah tumbuh dari lingkungan keluarganya. Kakek, ayah dan saudaranya diketahui merupakan pemain bridge, sehingga olahraga tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Verdianto juga aktif sebagai pemain dan mengikuti berbagai kompetisi bridge, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam memahami kebutuhan atlet, pembinaan generasi muda, serta pengembangan komunitas bridge di berbagai daerah.
Di luar dunia bridge, lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988 itu memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan dan pengelolaan organisasi. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.
Pengalaman tersebut kemudian dipadukan dengan keterlibatannya dalam olahraga bridge. Dalam kepemimpinannya di PB GABSI, Verdianto menekankan pentingnya disiplin, strategi, serta pembangunan sistem organisasi.
Lima Misi Kepemimpinan
Untuk periode 2026–2030, terdapat lima misi yang menjadi landasan kepemimpinan Verdianto.
Pertama, memodernisasi organisasi dan tata kelola PB GABSI.
Kedua, memperkuat pembinaan serta regenerasi atlet untuk menjaga keberlanjutan prestasi nasional.
Ketiga, membangun kompetisi nasional yang sehat dan berkelanjutan.
Keempat, meningkatkan prestasi internasional dengan mengedepankan kekuatan tim.
Kelima, memperkuat persatuan sekaligus pemerataan pembinaan bridge nasional agar pengembangan olahraga tersebut tidak terpusat di wilayah tertentu.
Lima Program Prioritas
Untuk menjalankan visi dan misi tersebut, Verdianto menyiapkan lima program prioritas.
1. Modernisasi Sekretariat GABSI
Program ini mencakup digitalisasi administrasi nasional, pembangunan database atlet dan anggota, serta penguatan sistem informasi dan publikasi.
2. Penguatan Kompetisi Nasional
PB GABSI akan mendorong pengaktifan kembali Liga Bridge Nasional, penyusunan kalender turnamen yang lebih teratur, serta penguatan sinergi dengan KONI dan pemangku kepentingan olahraga. Salah satu agenda yang turut diperjuangkan adalah masuknya bridge dalam ajang PON 2028.
3. Reformasi Sistem Master Point Nasional
Program ini diarahkan pada penyusunan sistem ranking nasional berbasis prestasi, integrasi hasil turnamen resmi, serta pembangunan database histori prestasi pemain.
4. Program Prestasi Internasional
Agenda ini meliputi seleksi nasional berbasis tim dan persiapan menghadapi SEA Games, Asian Games, serta Kejuaraan Dunia. Penguatan daya saing atlet bridge Indonesia menjadi salah satu fokus utama.
5. Pemasyarakatan Komunitas Bridge
Pengembangan olahraga bridge akan diperluas melalui sekolah dan kampus, pengiriman pelatih ke daerah, pembentukan tim literasi bridge nasional, serta pengembangan materi pembelajaran bridge.
Kongres GABSI ke-27 sekaligus menjadi awal periode kepengurusan baru dengan agenda pembenahan organisasi dan pembinaan atlet yang lebih terstruktur.
Dengan dukungan perwakilan 22 provinsi serta 74 kabupaten dan kota dalam kongres, Verdianto mengemban mandat untuk menyatukan berbagai elemen bridge Indonesia dalam arah pembinaan yang lebih terintegrasi.
Pengalaman sebagai pemain bridge, latar belakang keluarga yang dekat dengan olahraga tersebut, serta pengalaman kepemimpinan menjadi bagian dari modal yang dibawa Verdianto dalam memimpin PB GABSI hingga 2030.
Slogan “Membangun Sistem, Memperkuat Prestasi, Menyatukan Bridge Indonesia” menjadi arah utama kepengurusan baru PB GABSI periode 2026–2030.(*)
